Membangun jalan setapak di taman atau pekarangan, harus mempertimbangkan fungsi, estetika, dan keberlanjutan. Demi keberlanjutan, misalnya, Anda bisa menggunakan semen ramah lingkungan dari SCG CBM Indonesia.
Dari segi estetika, jalan setapak yang Anda bangun juga harus rapi. Jalan setapak yang rapi, bisa menjadi elemen penghubung antar area rumah, membuat taman lebih tertata, dan juga menjaga tanah dan tanaman tidak rusak karena terinjak.
Selain itu, ada juga cara membangun jalan setapak yang tahan lama yang harus Anda perhatikan dengan seksama. Karena ini penting agar Anda tidak perlu melakukan perbaikan terlalu sering. Agar hasil lebih awet, aman untuk Anda gunakan, rapi, dan tetap ramah lingkungan, baiknya cek semua caranya di sini.
Bagaimana Cara Membangun Jalan Setapak yang Tahan Lama?
Ingin langkah praktis membangun jalan setapak yang awet? Simak langkah demi langkahnya di sini:
1. Rencanakan Jalur yang Logis
Pertama, Anda rencanakan dulu jalur yang masuk akal. Penentuan jalur ini penting agar jalan setapak yang Anda bangun benar-benar berguna. Jalan lurus, bisa memberikan kesan modern dan minimalis, sedangkan jalur berkelok bisa menghadirkan suasana yang lebih natural. Hindari juga area yang gampang tergenang air karena bisa mempercepat kerusakan jalur.
2. Memilih Material Kuat dan Anti-Selip
Material menjadi kunci daya tahan dari jalan setapak yang Anda bangun. Batu alam hingga kayu outdoor berkualitas bisa jadi pilihan terbaik. Alternatif natural seperti kerikil pun bisa jadi pertimbangan karena air bisa meresap dengan mudah. Hanya saja, kerikil membutuhkan perawatan ekstra agar senantiasa rapi dan tidak berantakan. Intinya, pilihlah material sesuai dengan intensitas pemakaian dan gaya desain rumah.
3. Gunakan Cetakan atau Paving Lempengan untuk Kerapian
Kalau ingin hasil yang presisi, gunakan cetakan beton atau stepping stone molds. Caranya sederhana. Anda bisa aduk mortar semen ramah lingkungan dari SCG CBM Indonesia, tuang ke cetakan, ratakan, lalu angkat saat mulai mengeras. Ulangi sampai jalur terbentuk. Alternatif lainnya adalah menata lempengan batu di atas kerikil halus. Hasilnya fleksibel tapi tetap kokoh, cocok untuk taman bergaya natural.
4. Perhatikan Drainase dan Fondasi
Kebanyakan orang akan mengabaikan fondasi ketika membangun jalan setapak. Padahal, ini adalah jalur yang paling menentukan keawetan atau umur jalan setapak. Tanah harus padat dan stabil agar paving atau batu agar tidak gampang bergeser. Selain itu, tambahkan pula lapisan kerikil di bawahnya agar drainase lancar dan air tidak menggenang. Pondasi yang kuat, menentukan seberapa awet jalan setapak yang Anda bangun di rumah.
5. Gunakan Material yang Ramah Lingkungan
Kalau Anda berencana membangun jalan setapak dengan pondasi semen, pertimbangkan produk yang lebih ramah lingkungan. Untuk itu, semen Portland Komposit (PCC) dari SCG CBM Indonesia bisa menjadi pilihan terbaik. Produk ini adalah inovasi terbaik karena telah mengantongi sertifikat Gold Green Label dari Green Product Council Indonesia. Skornya pun tak main-main, yakni 95,8%.
Jadi, dengan memilih semen dari SCG, Anda bisa memperoleh jalan setapak yang kokoh, estetik, dan berkontribusi menjaga bumi tetap lestari.